Di tengah ramainya persiapan, make-up yang dikejar waktu, tamu yang berdatangan, dan jadwal yang bertumpuk, ada satu ritual kecil yang diam-diam mulai dipilih banyak pasangan modern — sebuah momen hening selama dua menit bersama orang tua sebelum akad atau resepsi dimulai.
Ritual ini disebut The Parent Pause.
Tidak membutuhkan dekor mewah.
Tidak membutuhkan persiapan besar.
Namun dampaknya terhadap emotional experience pernikahan sangat mendalam.
Ritual kecil ini perlahan menjadi tren 2025–2026 di berbagai negara, dan pasangan Indonesia mulai mengadopsinya karena kesederhanaannya yang penuh makna.
1. Apa Itu The Parent Pause?

(Source: Pinterest.)
Sederhana:
Sebelum acara dimulai, pengantin mengambil waktu dua menit untuk duduk atau berdiri bersama orang tua — tanpa kamera, tanpa vendor, tanpa panitia, tanpa gangguan.
Hanya keluarga inti.
Hanya keheningan.
Hanya rasa syukur.
Selama dua menit itu, biasanya yang terjadi adalah:
- genggaman tangan,
- senyum kecil,
- bisikan pelan,
- air mata yang ditahan,
- atau hanya hening yang menenangkan.
Namun momen ini sering menjadi bagian paling berkesan dari seluruh hari pernikahan.
2. Kenapa Ritual Ini Jadi Tren di 2026?

(Source: Pinterest.)
• Pernikahan semakin cepat, dan momen intim makin hilang
Rundown sering membuat semua berjalan seperti “kereta ekspres”.
Parent Pause menjadi ruang untuk slow down.
• Banyak pasangan ingin menghargai “transisi” hubungan dengan orang tua
Pernikahan adalah titik perubahan besar, dan ritual hening ini membantu menandai momen itu secara emosional.
• Memberi grounding sebelum memasuki momen besar
Secara mental, pengantin jadi lebih tenang dan stabil sebelum proses akad atau pemberkatan.
• Ritual ini indah tanpa perlu dekor atau properti
Sangat cocok untuk wedding intimate.
3. Cara Melakukan Parent Pause
Tidak ada aturan baku.
Namun biasanya dilakukan seperti ini:

• Pilih lokasi kecil yang tenang
Di venue seperti Van Hoeis, spot yang sering dipakai adalah:
- ruang tamu kolonial,
- halaman kecil di samping taman,
- sudut rumah pohon,
- kamar rias keluarga.
• Minta WO untuk memberi waktu kosong 2–3 menit
Tidak boleh ada vendor lain masuk.
• Momen ini bukan untuk foto
Justru fotografer dokumenter biasanya mengambil gambar dari jauh — candid dan unobtrusive.
• Tidak perlu perbincangan panjang
Kadang hening adalah bahasa yang paling dalam.
4. Dampak Emosional yang Jarang Disadari

Parent Pause menciptakan:
• Rasa tenang
Karena pengantin tidak langsung “dihantam” energi acara.
• Rasa diterima dan direstui
Walau tidak diucapkan, kehadiran orang tua memberikan rasa aman.
• Rasa syukur
Bahwa perjalanan menuju hari ini bukan perjalanan sendirian.
• Momen terakhir sebagai “anak” sebelum menjadi suami/istri
Ritual kecil yang menghubungkan masa lalu dan masa depan.
5. Ideal untuk Wedding Intimate dan Venue Semi-Outdoor

Ritual ini paling indah ketika dilakukan di venue yang:
- tidak terburu-buru,
- punya ambience alami,
- memiliki ruang kecil yang hangat,
- dan menyediakan full-day rental.
Van Hoeis dengan suasana kolonial dan ruang-ruang kecil yang tenang sangat mendukung momen ini terjadi secara natural.
6. Parent Pause Sebagai “Memory Anchor”

Psikolog sering menyebut bahwa momen emotional grounding menjadi “anchor” yang melekat di ingatan.
Beberapa pengantin bahkan mengaku:
- mereka mengingat momen Parent Pause lebih kuat daripada dekorasi,
- lebih dalam dari sesi foto formal,
- lebih berkesan daripada acara besar di panggung.
Karena di sanalah semua hal terasa paling nyata: keluarga, cinta, restu, dan transisi hidup.
Kesimpulan
Ritual The Parent Pause mungkin hanya dua menit, tetapi bagi banyak pasangan, dua menit itulah yang membuat hari pernikahan terasa utuh dan bermakna.
Di tengah hiruk-pikuk perayaan besar, momen ini mengingatkan kita bahwa pernikahan bukan tentang keramaian — tetapi tentang hubungan-hubungan kecil yang membentuk siapa kita.
Bagi kamu yang memilih wedding intimate di Bogor, terutama di venue seperti Van Hoeis yang menyediakan ruang hening dan cahaya alami, Parent Pause bisa menjadi momen tak tergantikan yang menjadikan hari pernikahanmu lebih manusiawi dan penuh rasa.